Langsung ke konten utama

Ellen G. White

Ellen Gould White (born Harmon) (November 26, 1827 – July 16, 1915) was a prolific Christian author and one of the American Christian pioneers whose ministry was instrumental in founding the seventh-day Sabbatarian Adventist movement that led to the rise of the Seventh-day Adventist Church. Her writings covered theology, evangelism, Christian lifestyle, education and health (she also advocated vegetarianism). She promoted the establishment of schools and medical centers. During her lifetime she wrote more than 5,000 periodical articles and 40 books; but today, including compilations from her 50,000 pages of manuscript, more than 100 titles are available in English.

Ellen White menurut Clive M. McCay, ahli nutrisi dari Cornell University:

"In 1915 at the ripe age of 88 died one of the most remarkable women that America has produced. Her name was Ellen White. Although she had only a few months of formal schooling when a child, her list of books even today numbers about 60. Some of these are books about her or compilations from her lectures...

The writings of Ellen White... provide a guide to nutrition that comprehends the whole body. Much of this wisdom of the past is not understood today...

Ellen White died before modern biochemistry... and the composition of foods [was understood] ,—but if people followed her plan even today they would be far better fed than they are in their attempts to eat bad diets and then compensate by miracle foods. She advocated simple, natural diets, low in fat, low in salt, well prepared and modest in amount. Gradually she became a vegetarian,... [and] taught the importance of good food for health and the essentiality of a healthy body if we are to have a good soul"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah mungkin bebas dari sakit? Tentu saja!

Tubuh manusia diciptakan Tuhan untuk bertahan dari serangan penyakit. Pertahanan ini disebut imunitas. Bahkan saat kondisi tidak ideal lagi dan tubuh akhirnya sakit, tubuh diciptakan untuk menyembuhkan diri sendiri. Sayangnya, kebanyakan manusia modern memiliki pola hidup yang sudah jauh dari pola hidup ideal. Ini menyebabkan tubuh tidak lagi mampu untuk bertahan dari serangan penyakit, sehingga tidak jarang akhirnya jatuh sakit. Dan bukan hanya jatuh sakit, tapi susah sembuh, bahkan akhirnya menyerah sehingga meninggal. Dunia medis modern juga pada umumnya tidak begitu membantu, sebab dunia medis modern tidak lagi menganut paham "tubuh menyembuhkan diri sendiri" melainkan pada umumnya bergantung kepada obat-obatan kimia. Kebanyakan, jika tidak semua, obat-obatan kimia terlihat seperti menyembuhkan, tetapi sebenarnya hanya "menyembunyikan" sementara penyakit, untuk timbul lagi, biasanya dalam intensitas yang lebih besar. Situs ini bertujuan menunjukka

Minum teh merusak lambung

Minum teh menurut Doktor Hiromi Shinya di buku "The Miracle of Enzym" (2005): Tidak dapat disangkal lagi bahwa teh hijau, yang mengandung banyak antioksidan, dapat membunuh bakteri dan memiliki efek antioksidan yang positif. Sebagai akibatnya, terdapat suatu kepercayaan yang menyebar luas bahwa mengonsumsi banyak teh hijau jepang akan memperpanjang hidup Anda dan mungkin dapat membantu mencegah kanker. Namun, sudah lama saya merasa sangsi terhadap “mitos antioksidan” ini. Dan memang, data klinis saya menyangkal kepercayaan umum ini. Dengan meneliti pasien-pasien, saya menemukan bahwa orang-orang yang minum banyak teh hijau menderita masalah lambung. Memang benar bahwa antioksidan yang ditemukan dalam teh adalah antioksidan berjenis polifenol, yang mencegah atau menetralisasi efek radikal bebas yang merusak. Namun, jika beberapa anti-oksidan tersebut menyatu, mereka menjadi sesuatu yang disebut tanin. Tanin menyebabkan beberapa tumbuhan dan buah-buahan memiliki

Kosongkan lambung sebelum tidur

Mengenai makan larut malam menurut Hiromi Shinya di buku " The Miracle of Enzyme " (2005): Tenggorokan manusia dirancang sedemikian rupa agar tidak ada yang dapat masuk ke dalamnya selain udara. Namun, jika makanan masih ada di dalam lambung, sebelum tidur, isi lambung tersebut akan meluap naik dari lambung menuju kerongkongan saat anda merebahkan diri. Saat hal ini terjadi, tubuh menyempitkan saluran pernapasannya dan menghentikan pernapasan anda untuk mencegah isi lambung memasuki tenggorokan. Fakta bahwa sebagian besar orang yang menderita sleep apnea juga menderita obesitas sejalan dengan hipotesis saya. Jika anda makan tepat sebelum tidur pada malam hari, insulin dalam jumlah besar akan disekresikan. Namun, jika anda mengonsumsi karbohidrat atau protein, insulin mengubah semuanya menjadi lemak. Oleh karena itu, berat badan jauh lebih mudah meningkat jika anda makan larut malam walaupun tidak menyantap apapun yang “menggemukkan.” Dengan kata lain, anda tidak