Langsung ke konten utama

Daging sumber banyak penyakit

Daging menurut Hiromi Shinya di buku "The Miracle of Enzyme" (2005):

Pada 1977, sebuah laporan yang sangat menarik mengenai makanan dan kesehatan dipublikasikan oleh Amerika--Laporan McGovern. Laporan ini dipubliskasikan karena ada masalah yang timbul di Amerika. Biaya dana kesehatan Amerika memberikan tekanan besar terhadap perekonomian. Walaupun ada berbagai kemajuan dalam bidang kedokteran, jumlah orang yang jatuh sakit, terutama yang menderita kanker dan penyakit jantung, terus bertambah setiap tahun. Jelas terlihat, kecuali penyebab penyakit warga Amerika itu dapat ditemukan dan sebuah kebijakan yang mantap disusun untuk menghentikan kecenderungan ini, secara finansial keadaan akan menjadi tak terbendung. Berawal dari perasaan akan datangnya krisis seperti ini, dibentuklah komite khusus dalam Senat, yang diketuai oleh Senator George S. McGovern. Bersama para spesialis kedokteran dan nutrisi papan atas saat itu, anggota-anggota komite mengumpulkan data makanan dan kesehatan dari seluruh dunia dan menyelidiki penyebab meningkatnya berbagai penyakit. Hasil data yang didapat disusun dalam bentuk Laporan McGovern setebal 5.000 halaman. Oleh karena laporan tersebut menyimpulkan bahwa banyak penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan makan yang salah, penerbitan laporan ini memaksa rakyat Amerika mengambil keputusan penting. Tidak ada jalan bagi rakyat Amerika untuk menjadi sehat kecuali jika kebiasaan makan mereka saat itu diubah. Pada saat itu di Amerika, makanan berprotein tinggi dan berlemak tinggi, misalnya lembaran daging bistik tebal atau daging hamburger berlemak tinggi untuk makan malam, cukup umum. Protein memang berharga karena protein adalah bahan dasar untuk membangun tubuh. Dengan alasan itu, menyantap makanan kaya protein hewani dianggap baik, tidak hanya bagi para atlet dan anak-anak dalam masa pertumbuhan, tetapi juga bagi yang berfisik lemah dan para manula. Bahkan di Jepang pemahaman yang telah mendarah daging bahwa “daging adalah sumber stamina” dipengaruhi pula oleh kebiasaan makan Amerika. Laporan McGovern tidak hanya membuktikan bahwa kepercayaan umum itu salah, tetapi juga menggambarkan bahwa asupan makanan ideal tidak lain adalah asupan makanan masyarakat Jepang selama “Periode Genroku” (1688-1703), yang terdiri dari biji-bijian sebagai makanan pokok dengan makanan sampingan seperti sayuran musiman , sayuran yang berasal dari laut, dan sedikit ikan kecil untuk protein. Oleh karena itu, keuntungan kesehatan dari makanan Jepang mulai menarik perhatian seluruh dunia.

Kepercayaan umum yang menyebutkan jika anda tidak makan daging, maka otot-otot anda tidak akan berkembang, terbukti tidak benar. Sebagai buktinya dapat dilihat di alam. Seorang mungkin menyangka bahwa singa, merupakan hewan karnivora, memiliki otot-otot yang luar biasa. Namun, pada kenyataannya, hewan-hewan herbivora, seperti kuda dan rusa, memiliki otot-otot yang jauh lebih berkembang daripada singa. Buktinya, singa dan harimau tidak memiliki stamina untuk mengejar mangsa mereka dalam jangka waktu yang lama. Mereka beraksi secara mendadak dan menggunakan kecepatan mereka untuk menangkap dan membunuh mangsa mereka secepat mungkin. Mereka melakukan hal ini karena mereka sendiri tahu bahwa dalam hal ketahanan stamina mereka tidak sebanding dengan otot-otot para herbivora yang lebih berkembang. Juga tidak benar jika kita diberi tahu bahwa kita tidak akan tumbuh tinggi jika tidak makan daging. Gajah dan jerapah beberapa kali lebih tinggi daripada singa dan harimau, tetapi mereka adalah hewan-hewan herbivora. Makan daging memang mempercepat pertumbuhan, dan cepatnya pertumbuhan dan pendewasaaan anak-anak dalam beberapa dekade yang lalu mungkin memang berkat adanya peningkatan dalam asupan protein hewani. Meskipun demikian, juga ada sebuah perangkap berbahaya dalam menyantap daging. Begitu anda mencapai usia tertentu, pertumbuhan tubuh anda berubah menjadi sebuah fenomena yang disebut menua. Menyantap daging mungkin memang mempercepat pertumbuhan, tetapi juga akan mempercepat proses penuaan. Mungkin anda tidak bersedia mengurangi konsumsi daging. Hal itu tidak mengubah kenyataan bahwa daging memiliki efek berbahaya bagi kesehatan anda dan mempercepat proses penuaan. (The Miracle of Enzym, p.46-49)

Dalam Diet dan Gaya Hidup Keajaiban Enzim, saya menyarankan para pasien saya untuk mengonsumsi sebagian besar biji-bijian, dan sayuran, dan membatasi produk-produk hewani, seperti daging, ikan, produk-produk susu sapi dan telur, serta menekan asupannya hingga kurang dari 15% dari seluruh kalori yang dikonsumsi setiap harinya. Banyak ahli nutrisi yang pada saat ini mempromosikan bahwa protein hewani memiliki banyak unsur ideal, yang kemudian diuraikan dan diserap oleh asam amino dalam usus, dan pada akhirnya diubah menjadi darah dan otot. Namun, tidak peduli betapa baiknya suatu makanan, jika anda mengonsumsi lebih dari yag dibutuhkan, akan menjadi racun bagi tubuh. Hal ini benar terutama jika anda mengonsumsi protein hewani dalam jumlah banyak karena protein hewani tidak akan diuraikan dan diserap seluruhnya oleh sistem pencernaan. Yang terjadi adalah, sisanya akan membusuk dalam usus, dan menghasilkan sejumlah besar racun, seperti hidrogen sulfida, indole, gas metana, amonia, histamin dan nitrosamin. Ditambah lagi, radikal bebas juga dihasilkan. Dan untuk menetralkan racun-racun ini, sejumlah besar enzim terkuras di dalam usus dan hati. (The Miracle of Enzym, p.134-135)

Suhu tubuh sapi, babi atau burung biasanya 38.5-40 derajat celcius, lebih tinggi daripada suhu tubuh manusia (37 derajat celcius). Suhu tubuh ayam bahkan lebih tinggi, yaitu 41.5 derajat celcius. Lemak dari hewan-hewan ini berada dalam keadaan yang paling stabil pada suhu tubuh hewan tersebut. Oleh karena itu, saat memasuki lingkungan bersuhu lebih rendah dalam tubuh manusia, lemak ini menjadi lengket dan mengeras. Lemak lengket ini mengentalkan darah. Aliran darah yang mengental menjadi lambat, dan darah di dalam pembuluh darah menjadi stagnan dan tersumbat. Saya sebut ini “darah yang kotor”. (The Miracle of Enzym, p.138)

 

Daging menurut para ahli gizi kelas dunia:

- Doktor E.V. McCollum (Ahli gizi dari John Hopkins University): “Melalui eksperimen terhadap hewan dan manusia, kami buktikan bahwa daging tidak dibutuhkan manusia sebagai makanan.”

- Doktor Mikkel Hindhede (Ahli gizi Denmark): “Makanan daging selama ini dianggap makanan terbaik. Tetapi saya tempatkan makanan daging sebagai makanan terburuk. Daging bukan hanya tidak diperlukan tubuh, jika banyak dimakan akan secara langsung berakibat buruk.”

- Doktor Frederick J. Stare (Ahli gizi dari Harvard University): “Para pekerja penebangan kayu memang disebut-sebut memerlukan daging merah... tetapi ini hanyalah karena kebiasaan, bukan berdasarkan ilmu gizi maupun ilmu kedokteran. Jika padi-padian (grain) yang cukup kalorinya dan tidak dibersihkan (seperti beras putih) dikonsumsi, tidak akan terjadi kekurangan protein.”

Ada banyak lagi kesaksian dari para ahli terkenal yang tidak bisa dimuat seluruhnya.

 

Daging menurut Ellen G. White (1827–1915) di berbagai buku:

“Meat is the greatest disease breeder that can be introduced into the human system” (The Health Food Ministry, p.41)

“The liability to take disease is increased tenfold by meat eating. The intellectual, the moral, and the physical powers are depreciated by the habitual use of flesh meats. Meat eating deranges the system, beclouds the intellect, and blunts the moral sensibilities” (2T63)

“Cancer, tumors, and all inflammatory diseases are largely caused by meat-eating” (Spalding and Magan Collection, p.47)

“Again and again I have been shown that God is trying to lead us back, step by step, to his original design,—that man should subsist upon the natural products of the earth” (Christian Temperance and Bible Hygiene, p.119)

“Vegetables, fruits, and grains should compose our diet. Not an ounce of flesh meat should enter our stomachs. The eating of flesh is unnatural” (Counsels on Diet and Foods, p.380)

“By precept and example make it plain that the food which God gave Adam in his sinless state is the best for man’s use as he seeks to regain that sinless state.” (Counsels on Diet and Foods, p.460)

“But the simple grains, fruits of trees, and vegetables have all the nutrition necessary to make good blood. ” (Spalding and Magan Collection, p.62)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pada dasarnya semua obat adalah racun

Mengenai obat menurut Hiromi Shinya di buku " The Miracle of Enzyme " (2005): Orang-orang Amerika mengkonsumsi obat dengan terlalu enteng. Walaupun kondisi-kondisi tertentu memang perlu untuk diobati, saya percaya bahwa semua obat, baik yang memakai resep maupun tidak, pada dasarnya berbahaya bagi tubuh dalam jangka panjang. Sebagian orang percaya bahwa obat-obatan herbal tidak memiliki efek samping dan hanya bermanfaat, tetapi itu juga salah. Baik produk bahan kimia maupun obat herbal tidak mengubah kenyataan bahwa obat-obatan racun (dalam edisi Indonesia diterjemahkan “asing”) bagi tubuh. Terakhi kali saya jatuh sakit adalah pada usia 19 tahun, ketika terserang flu. Dengan demikian, saya hampir tidak pernah minum obat seumur hidup saya. … Oleh karena selama beberapa dekade tidak pernah minum obat, tidak mengkonsumsi alkohol maupun tembakau, dan hanya makan makanan yang tidak mengandung bahan kimia pertanian maupun bahan tambahan makanan, saya akan mengalami re

Kosongkan lambung sebelum tidur

Mengenai makan larut malam menurut Hiromi Shinya di buku " The Miracle of Enzyme " (2005): Tenggorokan manusia dirancang sedemikian rupa agar tidak ada yang dapat masuk ke dalamnya selain udara. Namun, jika makanan masih ada di dalam lambung, sebelum tidur, isi lambung tersebut akan meluap naik dari lambung menuju kerongkongan saat anda merebahkan diri. Saat hal ini terjadi, tubuh menyempitkan saluran pernapasannya dan menghentikan pernapasan anda untuk mencegah isi lambung memasuki tenggorokan. Fakta bahwa sebagian besar orang yang menderita sleep apnea juga menderita obesitas sejalan dengan hipotesis saya. Jika anda makan tepat sebelum tidur pada malam hari, insulin dalam jumlah besar akan disekresikan. Namun, jika anda mengonsumsi karbohidrat atau protein, insulin mengubah semuanya menjadi lemak. Oleh karena itu, berat badan jauh lebih mudah meningkat jika anda makan larut malam walaupun tidak menyantap apapun yang “menggemukkan.” Dengan kata lain, anda tidak

Berpuasa sebagai obat terbaik

Makan berlebihan sering kali menjadi penyebab penyakit, dan yang paling dibutuhkan tubuh kita secara alamiah adalah terbebas dari beban yang tidak semestinya yang telah ditimpakan padanya. Dalam banyak kasus penyakit, obat terbaik adalah bagi pasien untuk berpuasa satu atau dua kali makan, agar organ pencernaan yang bekerja terlalu keras mungkin memiliki kesempatan untuk beristirahat. Pola makan buah selama beberapa hari sering kali memberikan bantuan besar bagi para pekerja otak. Sering kali periode singkat pantangan dari seluruh makanan, diikuti dengan makan sederhana dan secukupnya telah menyebabkan pemulihan melalui upaya penyembuhan alami sendiri. Diet membatasi makanan selama satu atau dua bulan akan meyakinkan banyak penderita bahwa jalan penyangkalan diri adalah jalan menuju kesehatan. Source: The Ministry of Healing ( Ellen G. White , p.235, "The Use of Remedies")